5 Saksi Penculikan Anak Nazar-Musdalifah Diperiksa

Image

TANGERANG, (KB).-
Kepolisian Resor Metro Tangerang telah memeriksa lima saksi penculikan Siti Nurjanah (10), anak Musdalifah dan pedangdut Nazar KDI. Kelima orang tersebut terdiri atas guru kelas V SDN 6 Kota Tangerang, teman sekelas Siti Nurjanah, sopir pribadi, pembantu, dan tukang es.
Juru bicara Polres Metro Tangerang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Haru Manurung mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan kelima saksi tersebut. ”Kami sudah meminta keterangan mereka dan masih melakukan pencarian, termasuk ke luar daerah Tangerang,” kata Haru, Jumat (18/1).
Selain memeriksa saksi, polisi masih menelusuri ke mana hilangnya Nana, sapaan Siti Nurjanah. Ia mengaku, belum menemukan petunjuk tentang keberadaan Nana.
”Masih dalam penyelidikan, anggota juga masih di lapangan,” ujar Haru.
Atas kasus yang menimpa keluarganya, Nazar mengaku, bingung dan merasa tidak punya musuh.
Diketahui, Nana ditarik paksa seorang laki-laki saat dia hendak jajan di luar gedung sekolah yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Kamis (17/1). Saat itu, Nana sedang berjalan dengan kawannya, Wilma.
Pada saat itu, menurut Wilma kepada polisi, Nana mengenakan seragam pencak silat hitam-hitam. Gadis itu sempat memberontak dan berteriak ‘ibu! ibu!’ saat diseret dan dinaikkan ke sepeda motor Honda Beat. Seorang wanita bercadar hitam langsung membonceng dan mengapit Nana, kendaraan pun tancap gas.

Enggan disalahkan
Sementara terkait pernyataan Nazar yang akan menuntut pihak SDN 6 Kota Tangerang atas hilang putrinya, Siti Nurjanah di lingkungan sekolah ditanggapi dingin Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Tabrani.
”Dituntut, apa yang mau dituntut?,” tanya Tabrani, Jumat (18/1).
Tabrani menyatakan, harusnya Nazar sudah sejak awal tahu konsekuensi menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Pasalnya, sejak dahulu di sekolah ini tidak disediakan jajanan di dalam sekolah dan berjalan seperti SDN lainnya.
”Kondisi sekolahkan normatif, harusnya Nazar tahu itu. Kami memang memberikan waktu bagi anak-anak untuk bergaul, ataupun jajan. Jangan menyalahkan sekolah saja dong, susternya saja yang terus bersamanya bisa lengah,” tuturnya.
Namun demikian, Tabrani meyakini Nazar sedang emosi saat melontarkan pernyataan akan menuntut sekolah tempat anaknya, Siti Nurjanah diculik kemarin.
Menurut Tabrani, pihak sekolah memang terpukul dengan peristiwa yang menimpa anak didiknya. Akan tetapi, Tabrani tak mau pihak keluarga hanya menyalahkan sekolah yang memiliki keterbasan. Baik dari segi tenaga pengajar ataupun tenaga pengamanan.
Kembali terkait dengan pernyataan Nazar yang akan menuntut pihak sekolah karena anaknya dibawa orang tak dikenal, Tabrani berusaha memahami situasi emosional keluarga Nazar. ”Mungkin sedang terbawa suasana hati yang resah. Kami memaklumi. Kami berharap Nana segera ditemukan,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s