Subrogasi

Defenisi
Penggantian hak – hak oleh seorang pihak ketiga yang membayar kepada Kreditur.

Sumber Hukum
Buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) Pasal 1400 sampai dengan Pasal 1403

Unsur – Unsur
1.Harus ada lebih dari 1 ( satu ) Kreditur dan 1 (satu) orang Debitur yang sama.
2.Adanya pembayaran oleh Kreditur Baru kepada Kreditur Lama.

Sifat
1.Subrogasi merupakan Perjanjian yang bersifat Accesoir,dimana perjanjian tersebut ikut beralih kepada Kreditur Baru mengikuti perjanjian pokoknya.
2.Dalam Subrogasi,utang piutang yang lama dihapus,untuk kemudian dihidupkan lagi bagi kepentingan Kreditur Baru.
3.Dalam Subrogasi,Pihak Ketiga membayar kepada Kreditur,Debitur adalah pihak yang pasif.
4.Subrogasi tidak mutlak harus menggunakan akta,kecuali bagi Subrogasi yang lahir dari perjanjian dimana Debitur menerima uang dari pihak ketiga untuk membayar utang – utangnya kepada Kreditur.
5.Dalam Subrogasi,Pemberitahuan diperlukan tetapi bukan merupakan syarat bagi berlakunya Subrogasi.
6.Subrogasi harus dinyatakan dengan tegas karena tujuan pihak ketiga membayar kepada Kreditur adalah untuk menggantikan kedudukan Kreditur Lama sehingga Pihak Ketiga dapat memperoleh hak penuh atas Debitur.
7.Subrogasi harus dilakukan tepat pada waktu pembayaran.

Subjek
1.Dari segi individu (Person) yang menjadi Subjek Subrogasi adalah setiap orang yang dinyatakan cakap sesuai ketentuan Pasal 1329 KUH Perdata.
2.Para Pihak Yang menjadi subjek Subrogasi terdiri dari :
a.Pihak Berutang atau Debitur
b.Pihak Berpiutang atau Kreditur
c.Pihak Ketiga yaitu pihak yang memberikan pinjaman kepada Debitur untuk membayar utangnya kepada Kreditur sekaligus sebagai pengganti Kreditur Lama.

Objek
1.Benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud.
2.Benda tidak bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud.

Jenis – Jenis

1.Subrogasi berdasarkan Perjanjian, terbagi menjadi :
a.Subrogasi atas inisiatif Kreditur
b.Subrogasi atas inisiatif Debitur
2.Subrogasi berdasarkan UU.

Terjadinya Perikatan
1.Subrogasi terjadi karena adanya pembayaran yang dilakukan oleh Pihak Ketiga kepada Kreditur baik secara langsung maupun tidak langsung.
2.Subrogasi dapat terjadi karena UU dan perjanjian.
3.Subrogasi terjadi selama sebelum diadakan Yurisdische Levering atau perbuatan hukum pemindahan hak milik dari penjual kepada pembeli.

Hapusnya Perikatan
Dalam Subrogasi, perikatan antara Kreditur Lama dan Debitur hapus karena Pembayaran.

Sanksi
Dalam KUH Perdata tidak diatur tentang sanksi para pihak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s